kemudian setelah i'tikab di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
setelah menjelajahi dua kota suci; Makah Al Mukaromah dan Madinah Al munawarah
dan setelah menjalankan jemaah memenuhi segala sunah Rasullulah sepenuh-penuhnya
setelah bertemu saudara-saudaraku, bersama-sama menjalankan sunah sepenuh-penuhnya
kami perbaharui cita-cita manusia dunia kami,
kami menjadi sadar dan mengerti bahwa kebahagian kami adalah
setelah melaksanakan sunah Rasullulah sepenuh-penuhnya
sunah melingkupi perilaku kami selama 24 jam sehari-hari,
seluruhnya kami berusaha sekuat-kuatnya, sepenuh-penuhnya meniru perilaku Rasullulah SAW
kebahagian kami sekarang adalah dalam melaksanakan ibadah sepenuh-penuhnya,
seperti Rasullulah SAW telah mencontohkannya bagi segenap manusia
kami memperbaharui visi dan misi,
bahwa cinta Allah dan Rasullulah SAW adalah yang utama
kami tinggalkan cinta dunia
tinggalkan "memohon" kepada mahluk dan lebih menghormati mahluk atas hajat-hajat kami
kami memohon dan berdo'a hanya kepada Allah
mahluk tidak boleh lagi mendominasi visi kami
apapun mahluk itu bentuknya; bos, pemilik perusahaan, rekan bisnis, --> semua cuma manusia biasa yang terperangkap pada kebodohan fitnah dan kesombongan seolah-olah mahluk itu lebih kuasa ketimbang "Allah".
kami tinggalkan cara berpikir seperti itu menuju "LILLAHITA'ALLA"
kebahagiaan adalah bila kami dapat melaksanakan ibadah dengan sepenuh-penuhnya sunatullah,
qobli'ah, fardhu, ba'adiah', du'ha, Ya'sin, zikir, do'a hajat, Al Waqi'ah, tobat, hajat, tahajud.
sunah yang terus bertambah seiring berkembangnya pengetahuan Ke-Islaman kami
yang terus kami tambah dengan majelis-majelis, ta'lim-ta'lim, bayan-bayan dan i'tikab di Masjid selama 3 hari dalam sebulan.
Alhamdullilah, kami merasakan hati yang tenang dalam kehidupan yang penuh ikhtiar dan spiritual; dengan akal, action badan dan do'a
dalam melaksanakan hidup yang besemangat, selalu inisiatif dan kreatif
bukan kehidupan yang malas dan cepat puas kemudian menyatakan bahwa kami ikhlas menerima nasib ini.
bukan itu kehidupan muslim kami, bukan kehidupan muslim yang pemalas dan cepat puas
tetapi kehidupan muslim yang penuh semangat dan selalu action dengan aktif.
Alhamdullilah kami bertemu dengan hidup yang demikian sunatullah sepenuh-penuhnya.
Sunday, April 12, 2009
Subscribe to:
Comments (Atom)